Halaman

Sabtu, 16 Juni 2012

The Snow Queen



Ini adalah kisah yang indah dari dua jiwa yang terluka untuk menemukan arti dalam hidup satu sama lain.

Han Tae Woong/Han Deuk Gu



Adalah seorang yang jenius dalam matematika. Dia tinggal dengan ibunya yang mencari nafkah dari berjualan mie di pinggir jalan. Pria sederhana dengan hati murni. Hidupnya menjadi berat setelah ia kehilangan sahabatnya karena bunuh diri.

Kim Bo Ra 


Seorang gadis yang sangat kesepian. Kakaknya yang sangat ia puja, meninggal ketika ia berusia 14 th. Dia menderita myasthenia gravis dan harus mendapatkan perawatan medis secara teratur di RS. Sementara ayahnya memanjakannya secara materi, tapi hubungan mereka tidak dekat. Bo Ra kesepian dan takut, tapi ia menyembunyikannya, dengan semua sifat angkuhnya. Dan juga cara-caranya yang tidak masuk akal. 


Suh Gun Woo 


Gun Wu dikenalkan pada Bo Ra pada satu acara pernikahan. Gun Woo langsung tertarik pada Bo Ra, meskipun Bo Ra mengaku pada Gun Woo kalau ia sedang sakit parah. Ayah Bo Ra membantu Gun Woo mencari uang secara ilegal sebelum usaha Gun Woo menjadi dipercaya, dan ini membuat Bo Ra tidak tertarik pada GunWoo.

Lee Seung Ri 


Dia adalah putri Lee Dong Sul, pemilik gym tinju yang menampung Tae Woong. Seung Ri jatuh cinta pada Han Deuk Gu dan bersedia melakukan apapun untuknya. 

Choi Chung Shik 

Chung Shik adalah teman baik Han Deuk Gu, dia tidak menyadari masa lalu Deung Gu. Setelah tahu, dia terluka dan merasa tertipu

Park Yeong Ok (Ibu Tae Woong) 

Yeong Ok menaruh semua harapannya pada anaknya, Tae Woong. Harapannya lenyap saat anaknya menolak melanjutkan studinya setelah kematian sahabatnya. Yeong Ok berkata ia tidak akan pernah sanggup membiayai anaknya untuk kuliah ke luar negeri seperti yang sudah diberikan oleh Olimpiade Matematika itu pada Tae Woong. Tapi kemenangan di Olimpiade itu dinodai oleh kematian temannya. 

Lee Dong Sul (Ayah Seung Ri) 

Lee Dong Sul adalah juara tinju pada masanya. Dong sul mengambil Tae Woong dan memberinya nama Han Deuk Gu (setelah seorang petinju Korea yang terkenal meninggal dalam pertandingan).

Kim Jang Su (Ayah Bora) 

Seorang pengusaha sukses. Dingin pada putrinya dan mengabaikan Bo Ra. Kim Jang Su bohong pada Bo Ra dan berkata ibunya sudah meninggal, padahal ibunya lari meninggalkan mereka dengan pria lain. Kim Jang su keras pada anaknya dan ingin anaknya hidup sebagai anak jenius. Dia kehilangan anak lelakinya, karena anaknya itu tidak bisa memenuhi harapannya. 

Kim Jeong Kyu 

Terkenal karena ia punya IQ 180. Ayahnya mendorong Jeong Kyu dengan keras untuk sukses. Kim Jeong Kyu tidak pernah dapat melupakan kata2 ayahnya, Orang hanya mengingat pemenang pertama. Kata2 ini yang menyebabkan kematiannya.

Pada awalnya........ 

Tae Woong dan Jeong Kyu Mereka tidak memiliki awal yang baik. Jeong Kyu dikenal sebagai siswa yang jenius di seluruh sekolahnya dan merasa mulai terancam saat Tae Woong masuk ke situ.
Tae Woong juga sama cerdasnya dengan Jeong Kyu...meskipun Tae Woong tidak menyadarinya. Jeong Kyu sangat menikmati sanjungan dan kekaguman dar teman-temannya, sementara Tae Woong itu memiliki pesona-nya sendiri.
Ketika Tae Woong dipuji karena kecerdikannya dalam pokok tesisnya, Jeong Kyu dengan cepat menuduh Tae Woong bahwa dia melakukan plagiat. Tapi akhirnya Jeong Kyu menyadari kesalahannya dan cepat minta maaf pada Tae Woong. Ternyata itu cuma salah paham.
Tae Woong dan Jeong Kyu menjadi teman baik setelah itu.
Keduanya menghabiskan waktu bersama dan berbagi harapan dan impian. Jeong Kyu ingin memenangkan hadiah Nobel. Sedangkan mimpi Tae Woong sederhana tapi juga mencerminkan kehidupan kerasnya, yaitu mendapat pekerjaan kantoran dengan penghasilan tetap, menikah dan punya anak. Jeong Kyu berkata pada Tae Woong, bahwa ia akan memperkenalkan dirinya dengan seorang gadis cantik dan manis yang bagai malaikat.
Jeong Kyu dan Tae Woong dipilih untuk mengambil bagian dalam Olimpiade Matematika (yang sebenarnya, Korea sering kalah dengan Indonesia hehehe..anak2 Indonesia keren lo) Pada hari pembacaan hasilnya, Tae Woong memeluk Jeong Kyu, karena ia yakin Jeong Kyu pasti menang. Tae Woong mengingatkan Jeong Kyu, Hei, aku orang pertama yang memberimu selamat ingat itu! Tapi Jeong Kyu shock saat yang menang ternyata Han Tae Woong.
Jeong Kyu sangat marah sehingga ia seperti linglung. Kata-kata ayahnya terngiang seperti jalan menuju kematian, "Orang-orang hanya mengingat pemenang pertama." Tae Woong mencoba untuk menghiburnya tetapi Jeong Kyu menganggap itu adalah penghinaan.
Sakit hati dan marah, Jeong Kyu menuduh Tae Woong munafik. Tae Woong juga terluka dan kesal, dan ia berkata ia lebih suka tidak memiliki Jeong Kyu sebagai sahabatnya jika Jeong Kyu tidak bisa berbahagia untuk-nya.
Jeong Kyu penuh dengan rasa sakit. Dia tahu dia tidak seharusnya bereaksi seperti itu di saat Tae Woong menang, tapi Jeong Kyu tidak bisa menerima kekalahannya sendiri.
Seminggu sebelum Olimpiade, Jeong Kyu sudah meminta Tae Woong untuk tetap menjadi sahabatnya jika ia menang nanti. Jeong Kyu tahu bahwa Tae Woong selamanya akan menghargai ia sebagai sahabat. Namun, tidak pernah terlintas dalam benak Jeong Kyu kalau ia akan kalah. Dia sangat terpukul dan hancur oleh kekalahan ini dan ia akhirnya meninggal dalam kecelakaan mobil.

Tae Woong dan Bo Ra Tae 

Woong bertemu Bo Ra untuk pertama kalinya di perpustakaan dimana Bo Ra berkeras untuk membeli buku "Snow Queen". Bo Ra dengan penuh semangat dan juga angkuh untuk seorang gadis usia 14 th, bersikeras menawar untuk membeli buku itu dari petugas perpustakaan dengan menawar 10 kali lipat harga buku. Bo Ra berhasil mendapatkan buku, tapi ia bertemu dengan sekelompok gadis yang menginginkan uang Bo Ra.
Tae Woong "menyelamatkan" Bo Ra dari gadis2 itu dan meskipun Bo Ra terlalu angkuh untuk mengakui itu, dia berterima kasih pada Tae Woong. Bo Ra minta uang pada Tae Woong untuk ongkos pulang ke rumah dan sebagai gantinya, Bo Ra memberikan no pagernya.
Tae woong melarikan diri dari rumah ketika Bo Ra mencoba menghubunginya. Tae Woong dituduh plagiarisme dan ibunya kecewa pada Tae Woong. Tae Woong bergegas menemui Bo Ra saat Bo Ra berkata ini masalah hidup dan mati. Ternyata ia menemukan Bo Ra di bandara mencoba membeli tiket ke Lapland. Mereka tidak berhasil mendapatkan tiket, tetapi Bo Ra mentraktir Tae Woong makan siang dan menyeretnya ke landasan pacu pesawat dan dikejar-kejar oleh polisi yang mungkin disuruh ayah Bo Ra mencarinya.
Tae Woong dan Bo Ra menghabiskan waktu yang menyenangkan di taman hiburan dan Bo Ra mengatakan bahwa dia ingin pergi ke Lapland untuk mencari ibunya. Bo Ra menceritakan kisah Snow Queen, bagaimana Snow Queen mengambil Kai dari sahabatnya Gerda. Gerda berpikir Kai masih hidup dan menempuh perjalanan mencari Kai ke Lapland, di istana Ratu Salju dimana hanya ada dingin dan kesepian.
Tae Woong ingat cerita Bo Ra dan mencari buku untuk Bo Ra. Tae Woong merancang dan mengatur pertemuan di taman hiburan untuk memberikan buku itu pada Bo Ra, janji yang gagal ditepatinya.

8 tahun kemudian..........

Dunia Tae Woong hancur setelah kematian Jeong Kyu. Tae Woong merasa beranggung jawab karena ia memenangkan olimpiade dan menyebabkan kematian sahabatnya. Dia melepaskan kesempatan mendapatkan beasiswa dan keluar dari sekolah. Tae Woong menyerah pada hidup dan berusaha "memperbaiki hubungan" dengan Jeong Kyu dengan cara hidup sesuai impian Jeong Kyu, yang ingin jadi petinju. Dari anak jenius, Tae Woong berubah menjadi Han Deuk Gu, petinju kelas tiga.
Han Deuk Gu adalah kebalikan Han Tae Woong. Deuk Gu hidup seperti mayat berjalan. Dia telah kehilangan kontak dengan ibunya saat ia melarikan diri setelah kematian Jeong Kyu. Dia telah mengatakan pada ibunya bahwa ia tidak bisa melanjutkan studi dan ibunya sangat kecewa karena membuang kesempatan kuliah ke luar negeri, Tae Woong pergi. Setahun kemudian Tae woong kembali ternyata ibunya sudah meninggalkan rumah mereka.
Takdir Deuk Gu dan Bo Ra bertemu kembali saat Deuk Gu menghentikan Bo Ra saat akan bunuh diri di RS. Deuk Gu diajak Bo Ra mengunjungi makam kakaknya. Beberapa waktu kemudian, Deuk Gu menyelamatkan Bo Ra saat akan bunuh diri lagi di makam kakaknya. Ayah Bo Ra terkesan dan berkata agar Deuk Gu datang saja kapanpun kalau ia perlu bantuan.
Deuk Gu akhirnya bertemu ibunya, tapi ibunya tidak menyambutnya dengan hangat dan berkata Deuk Gu hanya akan berguna baginya jika bisa menghasilkan uang banyak untuk menghalau para rentenir.
Deuk Gu mengantar Bo Ra ke sekolah sehari-hari dan menjaganya sepanjang waktu. Hubungan mereka tumbuh dan Bo Ra segera menyadari dari percakapan mereka kalau Deuk Gu adalah "oppa" yang ditunggunya 8 th lalu dan juga "cinta pertamanya." Deuk Gu akan tahu ini nanti.
Bo Ra kesal pada Deuk Gu karena tidak memenuhi janjinya pada "temannya" tapi lupa mengapa ia tidak datang. Padahal, Deuk Gu tidak tega mengatakan pada Bo Ra kalau hari itu adalah saat ia tahu mengenai kematian sahabatnya.
Deuk Gu bertemu teman SMA-nya yang kebetulan juga adalah dokter Bo Ra. Dr Suh Gun Woo juga tertarik dengan Bo Ra dan mengejarnya meskipun ia tahu Bo Ra menyukai Deuk Gu. Dr. Suh akhirnya tahu bahwa Han Deuk Gu dan Han Tae Woong itu orang yang sama. Sementara itu Deuk Gu tahu dari teman SMA-nya bahwa kakak Bo Ra tidak lain adalah Jeong Kyu. Deuk Gu mundur dari Bo Ra.
Dr. Suh yang mengetahui identitas asli Deuk Gu menemuinya, Deuk Gu minta Dr. suh merahasiakan identitasnya dan minta agar tidak menyakiti Bo Ra.
Bo Ra tanpa sengaja tahu identitas asli Han Deuk Gu dan ia kaget sekali, tapi ia sudah simpati pada Han Tae Woong meskipun ayahnya berkata kalau Han Tae Woong adalah penyebab kematian Jeong Kyu, kakaknya.
Bo Ra ingin tahu kebenarannya dan Tae Woong berkata : "Temanku meninggal karena diriku." Tae Woong marasa bersalah karena ia mengatakan bahwa "ia tidak membutuhkan teman seperti dia" pada hari teman-nya itu meninggal. Tae woong berharap bisa menarik kata-katanya kembali dan ia menghabiskan 8 tahun hidupnya berusaha berdamai dengan hatinya, dan saat itulah ia bertemu dengan seorang gadis dan jatuh cinta padanya. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya..Tae Woong ingin bahagia.
Tae Woong berkata Bo Ra membencinya. Bo Ra tidak bisa membenci Tae Woong, dan berlawanan dengan keinginan ayahnya, Bo Ra terus berhubungan dengan Tae woong.
Ayah Bo Ra berkata ia tidak akan pernah menerima Tae Woong. Ayah Bo Ra berkata pada Tae Woong ia tidak bisa melihat Tae Woong karena Tae Woong mengingatkan-nya pada Jeong Kyu setiap kali melihat Tae Woong.
Bo Ra meninggalkan rumah untuk bersama Tae Woong. Tae Woong berkata pada ayah Bo Ra, bahwa ia akan terus mengunjunginya sampai ayah Bo Ra memberi ijin agar Tae Woong dan Bo Ra bisa bersama.
Bo Ra tinggal dengan Seung Ri dan bahkan mengambil pekerjaan paruh waktu di butik milik teman Seung Ri. Bo Ra memulai hidup baru dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia merasa bebas. Bo Ra berkata pada Tae Woong bahwa selama ini ia hidup di bawh bayang2 ayahnya dan ia senang bisa mandiri. Bo Ra bahkan membelikan ayahnya sepasang sarung tangan dengan gaji pertamanya.
Tae Woong berkata pada Bo Ra bahwa dia tidak pernah bahagia seperti ini selama hidupnya. Bo Ra sudah membuatnya tersenyum dan bermimpi lagi. Dia telah memberikan Tae Woong hidup baru.
Tae woong dan Bo Ra sangat bahagia bersama tapi kebahagiaan mereka pendek karena Bo Ra sakit parah. Kanker-nya sudah masuk stadium akhir. Bo Ra menyembunyikan ini dari Tae Woong. Bo Ra tidak tahan melihat Tae Woong menderita, Bo Ra tahu ia harus hidup agar Tae Woong tetap hidup.
Profesor Tae Woong memberikan soal matematika untuk dipecahkan. Soal yang sudah puluhan tahun tidak dapat terpecahkan. Bo Ra berkata pada Tae Woong, jika Tae Woong berhasil memecahkan soal itu, Bo Ra akan mewujudkan satu permintaan Tae Woong.
Tae Woong berhasil menemukan solusi untuk soal itu dan mengatakan pada Bo Ra ia punya satu permintaan, yaitu memiliki wanita di sampingnya selama-lamanya dan tanya apa Bo Ra mau menikah dengan-nya. Bo Ra yakin ia tidak akan hidup lama, jadi ia karena tidak ingin membuat Tae Woong sedih berkata, "aku tidak tahan dengan sifat jorokmu, jadi aku mau pulang."
Bo Ra mencari Dr. Suh dan mengaku ia sakit parah dan perlu perawatan. Dr. Suh melihat diagnosa-nya tidak baik. Bo ra dilarikan ke ruang gawat darurat ketika ia pingsan. Tae woong akhirnya tahu kondisi Bo Ra dan mengerti mengapa Bo Ra menolak lamarannya.
Ayah Bo Ra akhirnya mengalah dan mengijinkan Bo Ra dan TAe Woong untuk bersama. Tae Woong mengajak Bo Ra pergi dan menghabiskan waktu bersama sendirian. Bo Ra berkomentar seolah-olah mereka pergi bulan madu sebagai pengantin baru. Keduanya sama-sama menyadari wakt mereka bersama sangat pendek.
Tae Woong mengawasi Bo Ra tidur dan Tae Woong berdoa, jika sudah waktunya Bo Ra dipanggil, ia minta juga dibawa bersama Bo Ra.
Bo Ra berkata : Aku menyesal karena tidak dapat terus membuat kenangan indah bersamamu. Aku minta maaf karena harus meninggalkanmu seperti ini dan aku merasa lebih buruk jika tidak memiliki kesempatan untuk mengatakan-nya.

Bo Ra meninggal dunia..

Tae Woong bersiap pergi studi ke Amerika. Tae Woong membeli tiket sekali jalan ke Lapland untuk bergabung dengan Bo Ra. Pada malam sebelum ia berangkat, Tae Woong menerima bingkisan dari Deuk Nam (anak pengurus Rumah tangga di kediaman Bo Ra). Deuk Nam berkata itu adalah hadiah yang dipercayakan Bo Ra untuk diberikan pada Tae Woong.
Tae Woong membukanya ternyata pager tua milik Bo Ra. Tae Woong sekarang tahu mengapa Bo Ra memberinya password sebelum meninggal, "1111"
Bo Ra : "Aku tidak tahu kapan kau akan menerima pesan ini. Tetapi saat kau mendengarnya, dimana aku berada? aku yakin aku akan berada di Lapland. Aku menyesal tidak bisa memenuhi janjiku padamu bahwa kita akan pergi kesana bersama-sama. Aku tidak akan sedih karena aku tahu kita akan bertemu lagi suatu hari. Aku mengembalikan kata-kata yang pernah kau katakan padaku, meskipun kau merasa menghindari tantangan yang menuju ke arahmu, jangan tutup matamu, jangan melarikan diri, hadapi mereka dan hiduplah."

Deuk Gu dan Jang Su

Jang Su merasa sayang dengan Deuk Gu, karena Deuk Gu mengingatkannya pada mendiang putranya Jeong Kyu. Dia berterima kasih pada Deuk Gu karena menyelamatkan nyawa Bo Ra dan menitipkan Bo Ra pada Deuk Gu untuk menjaganya. Jang Su kaget sekali saat tahu bahwa Deuk Gu itu bukan lain adalah Han Tae Woong, orang yang ia salahkan atas kematian Jeong Kyu.
Jang Su akhirnya menerima cinta Bo Ra dan Tae Woong. Jang Su berterima kasih pada Tae Woong karena memberikan Bo Ra sedikit kebahagiaan. Pada akhirnya, Jang Su bahkan menghadiri upacara Pemberian Hadiah "Fulkerson Prize" dimana Dr. Han Tae Woong dihormati atas hasil karyanya.

Ini adalah kisah yang indah dari dua jiwa yang terluka untuk menemukan arti dalam hidup satu sama lain.

Kadorama-recaps.blogspot.com http://kadorama-recaps.blogspot.com/2010/06/snow-queen.html
Ini adalah kisah yang indah dari dua jiwa yang terluka untuk menemukan arti dalam hidup satu sama lain

Kadorama-recaps.blogspot.com http://kadorama-recaps.blogspot.com/2010/06/snow-queen.html
Ini adalah kisah yang indah dari dua jiwa yang terluka untuk menemukan arti dalam hidup satu sama lain

Kadorama-recaps.blogspot.com http://kadorama-recaps.blogspot.com/2010/06/snow-queen.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...